Memilih makanan sehat untuk anak yang aktif dan berenergi adalah langkah penting dalam memberikan asupan nutrisi yang tepat bagi pertumbuhan mereka. Anak-anak yang aktif membutuhkan makanan yang kaya akan energi untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuhnya. Berikut adalah beberapa tips memilih makanan sehat untuk anak yang aktif dan berenergi.
Pertama-tama, pastikan anak mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup. Menurut ahli gizi, Dr. Anjani Mahesti, karbohidrat adalah sumber energi utama yang dibutuhkan tubuh, terutama bagi anak yang aktif. Pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi, roti gandum, atau pasta untuk memberikan energi yang tahan lama bagi anak.
Selain karbohidrat, protein juga penting untuk membangun otot dan menjaga kesehatan tubuh anak. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah, protein dapat diperoleh dari sumber-sumber seperti daging, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Pastikan anak mendapatkan asupan protein yang cukup setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan aktivitas fisiknya.
Selain itu, jangan lupa untuk memberikan anak makanan yang mengandung serat, vitamin, dan mineral. Dr. Anjani Mahesti menyarankan untuk memberikan anak buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Kombinasi makanan sehat ini akan membantu menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.
Terakhir, hindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh yang dapat menyebabkan penumpukan lemak dan masalah kesehatan lainnya. Menurut Prof. Dr. Hardinsyah, mengkonsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung pada anak. Sebagai gantinya, pilihlah makanan yang rendah gula dan lemak jenuh, serta tinggi serat dan nutrisi.
Dengan mengikuti tips memilih makanan sehat untuk anak yang aktif dan berenergi di atas, kita dapat membantu menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak kita. Ingatlah bahwa pola makan yang seimbang dan bergizi sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan yang baik sejak usia dini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para orangtua dalam memberikan asupan makanan yang sehat bagi anak-anak tercinta.